Menampilkan 3 Hasil

Catatan Ngaderes ke 23 (hlm. 160 -163)

Bahasan dalam pertemuan ini diantaranya adalah mencakup adab atau pengenalan dan pengakuan terhadap para pemimpin sejati. Sebagaimana telah disinggung dalam pertemuan sebelumnya bahwa pemimpin yang paling utama adalah pemimpin dalam ilmu atau biasa disebut sebagai ulama. Kekeliruan dalam hal ini telah menjerumuskan Umat Muslim ke dalam pemahaman yang rusak tentang Islam serta worldview (pandangan hidup) yang kabur. Maka, ngaderes kali ini pun mengungkapkan pula beberapa langkah yang benar untuk baca lebih lanjut [...]

Ringkasan Ngaderes Buku Islam dan Sekularisme hlm. 153-160

Para sarjana serta cendekiawan Muslim yang menganut sekularisme dan menderita kehilangan adab telah menyebabkan permasalahan yang serius dalam tubuh umat Islam. Hal ini berdaya mengubah apa yang telah kita anggap sebagai sumber dan sebab luaran dari dilema kita, menjadi sebab dalaman karena para sarjana dan cendekiawan ini telah menjadi wakil-wakil kebudayaan Barat dalam tubuh kaum Muslimin.  Melalui mereka yang telah terbaratkan itu, sifat ilmu fardhu ‘ayn dan kaidah pendekatannya dikacaukan baca lebih lanjut [...]

Ringkasan Ngaderes Buku Islam dan Sekularisme hlm. 93 – 101

Tema dominan yang mewarnai pertemuan ini ialah mengenai konsep keadilan yang seterusnya memiliki kaitan dengan marātib ilmu. Pada pembahasan kali ini disentuh juga mengenai cardinal virtues atau nilai-nilai kebajikan yang bersumber dari keadilan (justice) yaitu: keberanian (courage), kesederhanaan (temperance) dan kebijaksanaan (wisdom). Kemampuan manusia untuk bersikap adil pada diri sendiri akan melahirkan sifat-sifat mulia ini yang akan membawa seseorang pada kebebasan (diri) yang sesungguhnya.  Berbeda baca lebih lanjut [...]