Adab dan Kepentingannya dalam Pembangunan Umat

Oleh : Sakinah Fithriyah

Beredar kesalahan di tengah masyarakat tentang makna adab. Tampaknya kebanyakan orang memahami adab menjadi sebatas tata krama atau sopan santun zahir semata. Padahal makna adab lebih luas dari itu

Tema “Adab dan Kepentingannya dalam Pembangunan Umat” ini dikupas Prof. Madya Dr. Ugi Suharto dalam dauroh (18/8/2013) yang diselenggarakan Institut Pemikiran Islam dan Pembangunan Insan (PIMPIN) Bandung di Ruang GSS Masjid Salman ITB.

Tema ini menjadi begitu penting akibat hilangnya adab di tengah umat. Hilangnya adab sendiri merupakan salah satu sumber kerusakan umat Islam yang sekarang terjadi. Kekeliruan dalam mengenali takrif (makna) ilmu adalah sebab hilangnya adab.

Makna Ilmu, Hikmah, Adab, Adil

Dr. Ugi Suharto pertama-tama menjelaskan perbedaan antara ‘ilmu dengan informasi (khobar). Sesuatu yang disebut ilmu jika ia sudah sudah teruji kebenarannya. Sedangkan informasi adalah hal yang baru sampai kepada si penerima, di mana kabar atau informasi yang sampai itu belum jelas kebenarannya.

Kesalahan dalam memahami ilmu dan informasi mengakibatkan salah meletakkan posisi keduanya di kedudukan yang tepat. Informasi diangkat sebagai ilmu, sedang ilmu direndahkan menjadi informasi.

Di tingkatan yang lebih tinggi, ilmu menghantarkan seseorang untuk mengenali tempat yang tepat untuk setiap hal. Ilmu ini disebut juga sebagai ilmu hikmah. Ilmu hikmah adalah ilmu tertinggi karena melaluinya seseorang mampu mengenali tempat bagi segala sesuatu dan hubungannya dengan Pemilik alam semesta, Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Adab sendiri bermakna meletakkan sesuatu dengan tepat sesuai dengan tempatnya. Dari ketepatan dalam meletakkan segala sesuatu inilah terbitnya keadilan. Adab disebut juga sebaik-baik akhlak karena melaluinya keadilan bisa diperoleh. Pendidikan disebut berhasil ketika tertanamnya adab dalam diri manusia. Proses ini yang disebut dengan ta’dib.

Tingkatan Berbuat Adil

Pria yang pernah mengajar mata kuliah History and Methodology of Hadith di ISTAC ini menyebutkan beberapa keadilan utama yang harus dibangun seorang muslim. Yang pertama adil kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang kedua adil kepada diri sendiri, dan setelah itu adil kepada masyarakat.

Ini tidak berarti keadilan menjadi relatif dan dikotomis. Ini bermakna dengan berusaha adil kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, seseorang juga sedang berlaku adil kepada dirinya sendiri. Tetapi bila penempatan dalam mengutamakan keadilan ini salah, yang terjadi adalah hilangnya adab pada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan diri sendiri.

Ini yang sedang terjadi saat ini. Banyak orang yang berusaha menegakkan keadilan di masyarakat namun lupa memenuhi hak-haknya pada Allah Ta’ala dan dirinya sendiri. Kondisi ini merupakan satu bentuk kedzaliman.

Dosen yang kini mengajar di Bahrain ini menegaskan bahwa dari keberhasilan individu-individu membangun keadilan dalam dirinya akan terbentuk satu ummatan wasathan yang kelak menjadi khayru ummah. [ed:Irf]

Sumber gambar :
http://1.bp.blogspot.com/-D0W6EYoKGwY/T5k3l072USI/AAAAAAAAAZs/j-fW7eZqoSY/s1600/pen-book.jpg

author
No Response

Leave a reply "Adab dan Kepentingannya dalam Pembangunan Umat"