RANCANG BANGUN PENGUBAH TEKS AL-QURAN KE BRAILLE

Hidayat1,2) Syahrul2), Ahmad Kosasih3), Fajar Rahmatullah4)

1)Peneliti PIMPIN Bidang Sains Islam dan Teknologi Tepat-Guna; 2 )Jurusan Teknik Komputer UNIKOM; 3)Mahasiswa Teknik Komputer UNIKOM

 

Sains Islam, merujuk pada makna-makna Sains Islam seperti yang disebutkan DR. Adi Setia,[1] dapat bermakna:

 

  1. Kajian terhadap sejarah perkembangan sains empiris (empirical science) dan teknologi dalam Peradaban Islam dalam kaitannya dengan peradaban yang sebelumnya dan peradaban sesudahnya
  2. Kajian yang merupakan bagian dari Filsafat Islam yang bertujuan menggambarkan dan menjelaskan istilah-istilah kekinian prinsip-prinsip  metodologi dan falsafah yang telah memandu atau mendasari berkembangnya sains dalam peradaban Islam. Makna kedua ini membuat Sains Islam sebagai bagian dari filsafat dan filsafat sains secara umum, dan lebih memusatkan pada konsep-konsep atau gagasan-gagasan pemikiran daripada yang bersifat empiris, praktis atau dari aspek artifactual (artifactual) dari Sains Islam.
  3. Berkaitan dengan kajian yang bertujuan untuk merumuskan konsep Sains Islam sebagai program penelitian kreatif jangka panjang yang diperuntukan menuju penerapan ulang nilai kognitif dan etika Islami pada sains dan teknologi dalam dunia kontemporer.

 

Berkaitan dengan penerapan paradigma sains Islam, amat diperlukan “hasil” Sains Islam yang menyentuh langsung kebutuhan ummat sebagaimana juga dilakukan oleh para saintis muslim terdahulu seperti Ibn Al-Haytham ketika diminta oleh Khalifah di Mesir untuk mengatasi persoalan banjir sungai Nil[2], atau Muhammad bin Musa Al-Khawarizmi atas permintaan Khalifah Al-Ma‘mun menyusun karya untuk mengatasi masalah perhitungan pembagian waris, pajak pembagian, penuntutan perkara, dan perdagangan, pengukuran lahan, penggalian kanal, perhitungan geometris, dll.[3] Atau beberapa saintis yang diminta untuk menentukan arah kiblat dan waktu-waktu ibadah.[4]

Demikian pula dalam masa sekarang, ketika perkembangan teknologi komputer dan teknologi elektronika sangat berpengaruh pada kehidupan manusia. Tentunya, perkembangan teknologi tersebut harus membawa dampak yang positif bagi kehidupan manusia. Umat muslim, khususnya para saintis dan ahli teknik muslim tentunya harus dapat memanfaatkan perkembangan teknologi tersebut untuk kemaslahatan umat manusia.

Salah satu upaya yang kini sedang dilakukan oleh Peneliti PIMPIN bidang Sains Islam dan Teknologi Tepat Guna (yang juga sebagai dosen Teknik Komputer di UNIKOM) adalah merancang bangun sebuah al-Qur’an Braille Elektronik. Upaya ini dilandasi oleh kebutuhan muslim penyandang tunanetra untuk mempelajari al-Qur’an, ketersediaan al-Qur’an Braille cetak yang masih relatif sedikit dibandingkan dengan jumlah muslim penyandang tunanetra khususnya di Indonesia. Serta ketidakpraktisan al-Qur’an Braille cetak yang memuat satu juz pada setiap bukunya dengan ketebalan yang hampir sama dengan 30 juz pada al-Qu’ran dalam huruf arab sehingga terdapat 30 buku untuk memiliki 30 juz al-Qur’an Braille cetak.

Merancangbangun pengubah teks al-Qur’an ke dalam kode Braille merupakan bagian dalam penelitian perancangan dan implementasi al-Qur’an Braille Elektronik. Rancang bangun Pengubah teks al-Qur’an ke Braille ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah aplikasi perangkat lunak yang mampu mengubah teks al-Qur’an ke dalam kode Braille. Aplikasi ini diperlukan untuk mempermudah proses pengubahan teks al-Qur’an ke kode Braille.

Struktur menu aplikasi Pengubah teks al-Quran ke Braille terdiri dari menu: Pilih Surat,   Pilih Ayat, Ubah ke Braille, Simpan ke Dokumen, dan  Keluar program. Fasilitas menu tersebut memudahkan  pengguna untuk menentukan surat dan ayat al-Qur’an yang ingin ditampilkan pada layar beserta hasil pengubahannya ke dalam kode Braille dan secara langsung dapat memeriksa kesesuaian al-Qur’an Braille tersebut. Selanjutnya, hasil pengubahan akan disimpan dalam bentuk dokumen teks yang dilakukan secara per surat. Hasil dari penelitian ini adalah sejumlah 114 dokumen teks dalam Braille dengan ektensi txt yang nantinya akan dipergunakan oleh perangkat keras al-Qur’an Braille Elektonik.

Hasil penelitian pada tahapan pengubahan ini telah dipersentasikan pada kegiatan Seminar Nasional Teknologi Informatika dan Komputer (SNASTIKOM) 2013 yang dilaksanakan pada tanggal 14 Maret 2013 di Medan.

Gambar di bawah adalah contoh tampilan aplikasi pengubah teks al-Qur’an ke Braille dengan surat al-Fatihah ayat 1 sampai dengan 7.

 

Gambar: Screenshot tampilan aplikasi pengubah teks al-Qur’an ke Braille dengan surat al-Fatihah ayat 1 sampai dengan 7

 

 

 

Hasil pengubahan yang diperoleh dari aplikasi yang dibuat adalah data al-Qur’an Braille yang harus sesuai dengan standar al-Quran Braille Indonesia, sehingga perlu dilakukan validasi terhadap hasil pengubahan dari teks al-Quran ke dalam kode Braille tersebut. Proses validasi dilakukan dengan cara membandingkan hasil pengubahan dengan data al-Quran Braille cetak. Sebagai contoh, hasil Pengubahan aplikasi Pengubah teks al-Quran ke Braille pada surat al-Fatihah telah sesuai dengan susunan kode Braille pada al-Quran Braille cetak. Secara umum, hasil pengubahan teks al-Quran ke dalam kode Braille telah berhasil disesuaikan. Setiap surat hasil pengubahan telah berhasil disimpan dalam dokumen teks berupa karakter Braille.

Penelitian lanjutan yang akan dilakukan adalah membuat rancang-bangun perangkat keras untuk memvisualisasikan al-Quran Braille yang dihasilkan oleh aplikasi pengubah teks al-Quran ke Braille ke dalam bentuk yang dapat digunakan oleh kaum muslimin penyandang tunanetra. Apabila rancang-bangun ini berhasil dilakukan insya Allah di kemudian hari kaum muslimin penyandang tuna netra dapat lebih mudah memperoleh ‘mushaf’ al-Qur’an Braille.

Kegiatan penelitian ini tidak terlepas dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Pendidikan Tinggi yang telah membiayai penelitian tersebut dan Percetakan al-Quran Braille Wyata Guna Bandung yang telah memberikan banyak informasi tentang al-Quran Braille khususnya al-Quran Braille standar yang digunakan bagi penyandang tunanetra di Indonesia.

 


[1] Adi Setia, Three Meaning of Islamic Science: Toward Operationalizing Islamization of Science, (Islam & Science, Vol. 5, Summer 2007, No. 1), hlm. 23-35.

[2] Bradley Steffen, Ibn al-Haytham First Scientist, (Morgan Reynolds Publishing, Greensboro North Carolina, 2006),  p. 12.

[3] Frederic Rosen, The Algebra Of Muohammed Ben Musa, The Oriental Translation Fund, 1831

[4] George Saliba, Islamic Science and The Making of The European Renaissance, (The MIT Press, Cambridge, Massachusetts, 2007), hlm 134 dan 186.

4 Responses
  1. author

    dhienda3 years ago

    mau minta kontak telepon dan email untuk membahas software ini, apakah bs dipesan untuk disumbangkan bagi calon hafidz buta, mohon respon

    Reply
    • author

      admin3 years ago

      kontak sudah kami kirim ke message fb

      Reply
      • author

        willy3 years ago

        Assalamualaikum wrwb.
        Bolehkah saya juga minta no. Kontak dr tim software ini.

        Kalau memungkinkan kami mau menyumbangkan file voice al quran per ayat. Dan file voice terjemahan al quran indonesia per ayat..
        Mudah2an akan membantu bagi para penyandang tunanetra muslim

        Jazakallah Khair

        Willy abi Dhiya
        081220366133

        Reply
        • author
          Author

          Mohammad Ishaq3 years ago

          bisa kontak kepada bapak hidayat [+628562049640]

          Reply

Leave a reply "RANCANG BANGUN PENGUBAH TEKS AL-QURAN KE BRAILLE"